expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 09 Mei 2013

Princess From Village Part 7


Part 7

.

.

.
Ify, Agni, Sivia, Gabriel danDayat pagi itu sudah bersiap-siap. Mereka duduk sebentar di depan rumah Agni. Beberapamenit kemudian, Nani keluar membawa serantang makanan favorit Agni. Agnimenerima rantang itu sambil tesenyum.

“Makasih Ma, Agni berangkatdulu yah..”

“Iya sayang.” Kata Nani serayamencium kening Agni.

“Kamu juga Fy, hati-hati diKota ya..”

“Iya Ma.” Jawab Ify.

Mereka akhirnya berangkat keKota untuk mencari terminal. Bis yang akan mereka tumpangi akan membawa merekamenuju Kota Fredos. Tapi sebelumnya, Ify ingin mampir ke rumah Debo untukberpamitan.
Rumah itu sepi. Tak adasiapa-siapa disana. Ify mengerutkan dahi. Seorang wanita paruh baya menjelaskankalau pemilik rumah itu kemarin pagi sudah pindah tak tau kemana. Uh, dasarDebo. Tuh cowok maunya apa sih? Pergi-pergi nggak pake pamitan.

Setelah sampai di terminal, Ifycs masuk ke dalam bus full AC. Agni terkagum-kagum karena baru pertama kali iniia naik bus.

“Berapa jam kira-kira kitasampai di Kota Feldros?” Tanya Ify.

“Aku nggak tau.” Jawab Sivia.

“Wau! Busnya jalan. Cihui...”Teriak Agni gawah. Beberapa penumpang terkekeh melihat kelakuan Agni.
“Bisa diam nggak Ag? Kamujangan gawah begitu.” Kesal Ify.

“Iya deh Mbak ku yang cantik..”Kata Agni tersenyum.

Bus melaju kencang membelahjalan raya dengan kecepatan sedang. Semakin jauh dari desa, hati Ify semakintersiksa. Ify benar-benar nggak nyangka sekarang meninggalkan desa Telaga Asriyang sangat dicintainya. Lalu, bagaimana nanti kehidupan barunya di Kota? Dan,masihkan ia sempat melihat wajah Debo? Cowok yang sangat dicintainya.

***

“Apa lo percaya kalo Pricillabukan anak kandung Gina?”

“Lo ??? Siapa?” Tunjuk Rio kearah cowok yang tadi membuatnya kaget.

“Nama gue Debo.” Jawab cowokitu singkat.

“Debo? Ngapain lo disini? Lopunya hubungan dengan keluara Umari? Kenapa lo bilang Pricilla bukan anakkandung Gina?” Tanya Rio bertubi-tubi.

“Sabar. Pertama-tama,izinkanlah saya berbicara dengan Anda, Pangeran Mario Stevadit Haling.” KataDebo membungkukkan badannya tanda hormat.

“Silahkan. Sebenarnya siapakamu?”

“Kita bicaranya pake bahasalo-gue aja ya. Nggak enak kedengarannya kalau kita pake bahasa formal.”

“Oh, baiklah.”

Debo menghela nafas panjang.Berat. Ia mengajak Rio kembali duduk di bangku yang tadi Rio duduki.
“Menurut lo, Pricilla itu anakkandung Gina?” Tanya Debo hati-hati.

Sejenak Rio berpkir.

“Gue nggak tau. Tapi, akhlakPricilla itu berlawanan dengan akhlak Gina. Wajah keduanya aja nggak ada yangmirip. Mungkin saja Pricilla bukan anak kandung Gina. Memangnya, ada apa lonanya kayak gituan? Lo darimana sih? Kok lo bisa tau kalo gue ada disini?”

“Entar lo akan tau siapa gueyang sebenarnya. Ya sudah, gue permisi dulu. Pangeran boleh menghubungi saya. Ininomer HP saya.”

Debo memberikan kertas putihyang berisi deretan nomor. Rio menerima kertas itu.

“Lo mau kemana?” Tanya Rio.

“Balik ke rumah.” Kata Debotenang.

Rio mengizinkan Debo pergi.Dari jauh, Rio mencoba menebak siapakah cowok itu yang sebenarnya. Apakah diasalah satu keluarga Umari? Atau kah yang lainnya? Rio belum menemukankesimpulan yang pasti.

***


“Welcome To Feldros’s City”



Bus itu melewati papan besaryang bertuliskan Welcome To Feldros’s City. Agni melihat ke jendela. Sungguh,inikah yang namanya kota? Banyak bangunan dan gedung. Tak ada sungai, sawah,atau ribuan pohon seperti di desanya.

“Turun Ag, udah sampai. Kitaharus mencari kos-kosan yang bernama Vinsret.” Kata Sivia bersiap-siap.

“Oh, okey. Fy, bangun. Kitaudah sampe.” Kata Agni berusaha membangunkan Ify. Hoamm... Ify terbangun dengankepala yang sedikit pening.

“Udah sampai?” Tanya Ify.

“Ya. Yuk turun.”

Ify, Agni, Sivia, Gabriel danDayat pun turun. Mereka beristirahat di salah satu warung makan yang ada diterminal. Dayat yang sedikit tau tentang kehidupan kota yang memanduteman-temannya.

“Jadi ini ya yang namanyakota?” Kata Sivia.

“Iya. Menurut kamu, bagusanmana Kota atau desa?” Jawab+tanya Dayat.

“Aku pilih kota..Aku pilihkota..” Teriak Agni.

“Aduh Ag, pelan-pelan dong.”Kesal Ify.

“Iya Ag. Hemmm, nggak tau deh.”Kata Sivia.

Setelah kenyang, Dayat memintabantuan taksi untuk mencari kos-kosan Vinsret. Dengan senang hati taksi itu maumengantar mereka asalkan dibayar, hehehe...

“Nah itu dia!” Seru Dayatmenunjuk ke arah deretan rumah.

“Pak, sampai sini aja ya.” KataGabriel. Mereka turun serta tak lupa membayar ongkos kepada Pak supir.
“Hah, akhirnya sampai juga. Eh,nomor kos kalian 12 ya, aku, Ify, dan Sivia di nomor 11.” Kata Agni.

Mereka memasuki kos merekamasing-masing. Ibu kos menyambut kedatangan mereka dengan senyuman. Ia jugamenjelaskan fasilitas yang ada di kos ini.

“Capek ya. Besok udah mulaisekolah.” Kata Agni merebahkan diri di kasur. Hemm, kasurnya beda banget dengankasur yang ada di rumah.

“Apa?” Kaget Ify. Masa’ besoklangung sekolah?

“Eh, nggak tau deh. Lusamungkin. Lasingan aku semangat banget. Bisa betah aku tinggal di Kota. Bobo ah,ngantuk.”

Agni memilih tidur tanpamempedulikan Ify dan Sivia.

“Mmm Fy, nggak tidur?” TanyaSivia.

“Entaran deh. Aku mau menikmatipemandangan di sekeliling kos.” Jawab Ify.

“Oh, ya deh. Hati-hati.” PesanSivia.

***

Malam hari, keluarga Umarisedang menyantap makan malam. Rio sama sekali tak menyentuh semua makanan yangdi taruh di atas meja, meskipun makanan itu favorite Rio. Gina tau hal itusegera mengingatkan Rio.

“Kenapa makananmu nggak dimakan sayang?” Tanya Gina lembut. Ia bertanya seperti bertanya kepada anaknyasendiri.

Rio tersadar.

“Eh ya,” Jawab Rio kikuk.

“Jangan malu, kamu orangistimewa disini.”

Rio mengambil sedikit nasi, duatempe bacem, dan sedikit cah jamur. Gina mengerutkan kening menatap makananyang ada di piring Rio. Apakah cowok itu tidak suka makan?

“Kok ambilnya sedikit? Itu adaayam bakar favoritmu.”

“Saya belum lapar te.”

“Ya, terserah kamu saja. Eh,Prissy kemana? Kok dia belum kesini?”

Semua tersadar kalau satuanggota Umari tidak hadir di acara makan malam pertama bersama Pangeran Rio.Dalam hati, Rio bersyukur. Dia malas betul melihat wajah Pricilla ataupunmendengar ocehan Pricilla yang dapat merusak telinganya.

***

Sebuah tempat yang sedikitmenyeramkan menjadi tempat persembunyian Pricilla dan Jessica. Dua wanita itusedang merencanakan sesuatu. Pricilla hampir tertawa mendengar ocehan Jessicamengenai Keluarga Umari.

“Tapi Ma, kalo seandainya anakkandung Gina masih ada, gimana dong? Itu hal yang paling Prissy takutkan.” KataPrissy.

“Mama juga begitu. Ah, kitatanya aja sama Frederick. Dia pasti tau semuanya.” Jawab Jessica yang adalahIbu kandung Pricilla.

Frederick adalah salah seorangperamal yang sudah lama bekerja pada Jessica. Tempat tinggalnya tak jauh daritempat tinggal Jessica. Ketika tepat berada di depan Frederick dan menjelaskansemua, Ferderick bergidik ketakutan. Ia melihat sinyal berbahaya pada bolaajaibnya.

“Ada apa?” Tanya Jessicapenasaran.

“Ini gawat, ini gawat!”

“Kenapa sih? Coba jelaskan padakami!” Bentak Pricilla. Sesuatu yang buruk dapat ia rasakan menjalar ditubuhnya.

“Dia...Putri kedua Gina...”

***

To Be continue....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar